Sukses Itu Bukan Final…
( Selasa, 15 Desember 2009, 02.38 )
Hari Sabtu kemarin, saya ikut persekutuan doa yang diadakan sekali sebulan di kantor.
Ibu Vivi, pembicara dalam persekutuan tersebut memulai kotbahnya dengan mengatakan sebuah kalimat yang sangat menginspirasi. Dan terus terang itu juga menjadi inspirasi mengapa saya membuat tulisan ini.
Ibu Vivi mengatakan :
“Sukses itu bukanlah final, gagal itu bukanlah fatal, tapi yang paling penting adalah kerendahan hati”
Sudah terlalu sering kita mendengar ungkapan “kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”. Biasanya ungkapan itu dipakai untuk membesarkan hati orang-orang yang gagal, orang-orang yang kalah dalam suatu pertandingan. Tapi jarang sekali kita mendengar “kesuksesan adalah kegagalan yang tertunda”. Lho Kok ???
Iya…saya suka sekali ungkapan yang kedua. Pasti dalam sejarah hidup kita, kita pernah mengalami yang namanya kesuksesan. Dan saya alami sendiri, kalau merasa sukses maka rasanya bangga sekali. Rasanya tidak ada lagi yang bisa mengalahkan kita. Merasa semuanya bisa. Membuat kita malas dan tidak mau belajar lagi. Padahal di situlah bahayanya. Kemalasan dan kesombongan adalah pintu masuk kegagalan.
Kesuksesan itu tidak pernah sempurna. Formulanya jarang sekali bisa berulang. Selalu harus dipikirkan dan diperbaharui. Kita harus tetap belajar. Tidak boleh tidak. Belajar itu tidak boleh berhenti. Hidup adalah proses belajar. Belajar itu baru berhenti bila Tuhan yang sendiri menghentikannya. Belajar berhenti kalo kita sudah mati.
Kalo sekarang kita sedang mengalami kegagalan, maka jangan putus asa. Juga tidak boleh mengeluh, menyalahkan sana-sini. Mencari kambing hitam dan sebagainya. Kegagalan adalah hal yang manusiawi dan justru dapat memberikan pelajaran terbaik bagi kita. Kegagalan tidak menjadi persoalan selama kita sudah berusaha sebaik mungkin semampu kita. Dibutuhkan toleransi untuk menerima kegagalan sehingga kita bisa mencapai kesuksesan pada kesempatan berikutnya. Kita tidak boleh berhenti hanya karena kita gagal. Sama dengan kesuksesan..maka kita harus tetap belajar. Dan setelah itu percayalah kesuksesan akan segera datang menghampiri.
Ada yang mengatakan “Kesuksesan adalah saudara kembar kegagalan”.
Maka jika sedang menikmati kesuksesan, berbagilah. Sebaliknya jika sedang mengalami kegagalan, tetaplah tersenyum. Selama kita di dunia, kedua hal tersebut tidak ada yang abadi. Keduanya bisa datang silih berganti. Cepat ,lambat, maupun tiba-tiba.
Makanya saya setuju dengan kalimat bu Vivi yang terakhir “ yang paling penting adalah kerendahan hati”.
Dengan kerendahan hati, maka kesuksesan tidak akan membuat kita sombong. Tidak akan membuat kita lupa diri. Dengan kerendahan hati pula, maka kegagalan tidak akan membuat kita putus asa. Tidak akan membuat kita berhenti untuk berusaha.
Tapi dengan kerendahan hati, kita bisa menerima semuanya dengan ucapan syukur. Dan sebenarnya orang yang mampu mengucap syukur dalam setiap langkah hidupnya, baik sedang sukses maupun sedang gagal, itulah orang sukses sesungguhnya.
Bagaimana ??? Mau Sukses ????
Mengucaplah syukurlah senantiasa !!!
Filed under: fenomena, my diary and tagged gagal, sukses, ucap syukur



Bener banget!
Tidak semua orang bisa rendah hati, tapi banyak orang yang selalu merasa rendah diri…
Kerendahan hati akan membuat kita selalu membumi dan selalu ingat pada akar yang membuat kita berdiri tegak seperti sekarang…
Barusan komentar pertama ya, horeeeeee
if you’re in the bad situation, don’t worry, it’ll change,
if you’re in the good situation, don’t worry, it’ll change!
*liat di sebuah poster
[...] kota kelahiran, see you next… bundo, jangan lupa ntar kirim rendangnya ke alamat baruku yaaa mas gusthy dan erza jangan ngambek donk, kan kita belon punya foto berdua hehhe ella, gw gak posting dulu ya [...]
aku setuju banget dg artikel ini ‘kerendahan hati adl kunci kesuksesan seseorang’
nice post, mas
semoga saia bisa menjadi orang2 seperti yg dikatakan bu Vivi ya, mas….
setuju mas gusthy, sukses adalah sebuah pencarian yang tak jelas ujung pangkalnya. karena jika ia jelas, maka ketika kesuksesan itu diraih, orang tak akan lagi mengejarnya
@ bintangtimur : selamat menjadi yg pertama di sini hehehehe….selalu rendah hati !!! saya setuju. mkasih.
@ bakulrujak : setuju mas…nanti aku cari posternya trus kutempel di kamarku.
@ papamama : makasih papamama…sukses selalu juga untukmu.
@ vany : Amin…pasti bisa
@ Liza : pencarian sampai akhir hayat…bukan begitu mbak liza ???
makasih untuk semua yang sudah ke blog ini.
halo gusthyyy
pa kabarmu?